Rabu, 23 Februari 2011

Gaya Belajar dan Hubungannya dengan Perilaku Seseorang

Tidak semua orang memiliki cara yang sama (yang menurut mereka lebih mudah) dalam memahami informasi/belajar. Cara belajar seseorang itulah yang kita sebut gaya belajar. Dan dari gaya belajar , kita dapat melihat perilaku yang cenderung dilakukan orang tersebut. Sejauh ini, gaya belajar yang paling banyak dikenal diantaranya :  
  1. Gaya Belajar Visual => belajar akan lebih fokus jika banyak memanfaatkan indera penglihatan seperti melalui gambar/diagram, video, peragaan langsung oleh pengajar, segala materi pembelajaran yang dapat dipelajari dengan melihat. Orang yang memiliki gaya belajar visual cenderung : suka duduk di depan atau dekat dengan pengajar/guru sehingga ia bisa melihat dengan jelas, cenderung menutup matanya ketika sedang mengingat-ingat sesuatu, catatannya rapi sehingga mudah dibaca, biasanya adalah pembaca yang cepat, dll.
  2. Gaya Belajar Auditori => lebih mudah menerima pembelajaran yang menggunakan indera pendengaran, misalnya dengan mendengar langsung penjelasan orang, melakukan diskusi verbal, melalui file-file audio seperti kaset, radio, dll. Beberapa ciri-ciri orang yang mempunyai gaya belajar auditori : suka berbicara sendiri untuk mengingatkan kembali hal-hal yang ada di pikirannya, cepat dalam menghafal lagu, pintar meniru  suara, dll.
  3. Gaya Belajar Kinestetik => mudah menyerap informasi atau mempelajari sesuatu dengan  melakukan gerakan/praktek, misalnya dengan mencatat informasi yang ia terima, mengerjakan latihan-latihan, dll. Mereka cenderung mengalami kesulitan jika disuruh duduk diam belajar, membaca.Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar kinestetik : suka menggerak-gerakkan tangan ataupun menggunakan bahasa tubuh sewaktu menyampaikan sesuatu, suka berjalan-jalan atau berpindah tempat sewaktu menghafal, menyukai permainan yang menyibukkan diri mereka, dll.
  4. Gaya Belajar Taktual => lebih mudah menyerap pesan belajar melalui sentuhan atau rabaan anggota tubuh. Orang yang memiliki gaya belajar taktil akan lebih termotivasi/ lebih serius untuk belajar  jika dia diberikan sentuhan kasih sayang pada anggota tubuhnya.Biasanya, orang yang memiliki gaya belajar taktil dapat dengan mudah langsung mengetahui maksud seseorang melalui sentuhan tangannya, apakah itu sentuhan yang menunjukan kasih sayang atau sentuhan marah.
sumber : Santrock John W.Psikologi Pendidikan (Edisi kedua).2007. Prenada Media Group



 

Selasa, 22 Februari 2011

Ragam Model Pembelajaran

Biasanya model pembelajaran yang diterapkan di sekolah adalah model pembelajaran teacher- centered dimana perencanaan dan instruksi disusun dengan ketat dan guru lah yang mengarahkan pembelajaran murid. Sebagian orang berpendapat bahwa jika untuk mengajarkan keahlian dasar, cocok menggunakan pendekatan teacher-centered ini karena pembelajaran murid menjadi lebih terstruktur dan jelas.
Perencanaan  Pelajaran Teacher-centered :
1.       Menciptakan sasaran behavioral
2.       Menganalisis Tugas
3.       Menyusun Taksonomi Instruksional
Instruksi Langsung,merupakan pendekatan teacher-centered dimana dapat ditandai dengan arahan dan kontrol guru yang dominan, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, memaksimalkan waktu murid untuk tugas-tugas akademik, usaha untuk menjauhkan murid dari pengaruh negatif. Intinya, instruksi langsung berfokus pada segala aktivitas akademik.
Strategi Instruksional Teacher-centered:
Ø  Mengorientasikan murid ke materi baru sebelum materi baru tsb disajikan dan dijelaskan
Ø  Advance Organizer
o   Expository advance organizerà memberi pengetahuan baru kepada murid yang akan mengorientasikan mereka ke pelajaran yang akan datang.
o   Comparative advance organizerà mengaitkan apa yang sudah dipelajari murid
Ø  Memberi ceramah,penjelasan, praktek langsung didepan murid (demonstrasi)
Ø  Mengajukan pertanyaan maupun mengadakan diskusi
Ø  Membiarkan murid mempelajari suatu konsep atau topik hingga menyeluruh sebelum lanjut ke topik lain (mastery learning)
Ø  Membiarkan para murid untuk belajar sendiri-sendiri di bangku mereka masing-masing (Seatwork)
Ø  Memberikan pekerjaan rumah
Namun, pendekatan teacher-centered ini memiliki kelemahan : murid menjadi pasif, kaku, sering mengalami kesulitan berkolaborasi dalam kelompok, karena semua aktivitas belajar berdasarkan arahan guru. Kelemahan-kelemahan tsb mempengaruhi sebagian orang untuk mencari model pembelajaran lain. Model pembelarajaran lain yang dikenal adalah pembelajaran learner-centered.
Pada pendekatan learner-centered, instruksi dan perencanaan berfokus pada siswa,bukan guru.  Menurut prinsip learner -centered ini, pendidikan akan lebih baik jika fokus utamanya adalah orang yang belajar.
Strategi Instruksional Learner-centered :
1.       Pembelajaran berbasis Problemà membiarkan murid mencari cara pemecahan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari
2.       Pertanyaan Esensialàmemberi pertanyaan yang membawa inti dari kurikulum kepada murid
3.       Pembelajaran Penemuanà membiarkan murid menemukan pemahaman sendiri

Pendekatan learner-centered terbukti telah memberikan banyak pengaruh positif pada murid, beberapa diantaranya : percaya diri, kreatif, aktif, mampu memotivasi diri sendiri, mampu bekerjasama secara efektif dalam kelompok, mampu mengontrol emosi. Namun, tetap saja memiliki kelemahan. Pendekatan learner-centered dinilai kurang memperhatikan kandungan akademiknya, kurang efektif di level pengajaran awal suatu pelajaran karena murid akan bingung tentang apa yang harus mereka pelajari. Oleh karena itu, kebanyakan guru memilih untuk menerapkan kombinasi dari kedua pendekatan tsb.

sumber : Santrock John W. Psikologi Pendidikan (Edisi kedua ).2007. Prenada Media Group

Sabtu, 19 Februari 2011

Testimoni Geng Upin & Ipin

Film animasi Geng Upin & Ipin ini cocok untuk ditonton oleh semua kalangan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Selain lucu, film ini memiliki nilai-nilai mendidik sehingga anak-anak disamping merasa terhibur juga mendapat pelajaran. Film ini mengajarkan pentingnya kerjasama dan rasa solidaritas teman ketika menghadapi kesusahan.Film ini juga mengajarkan bahwa persahabatan itu tidak mengenal perbedaan suku, juga mengajarkan norma menghormati orang yang lebih tua. Kesuksesan film ini tentu berkat kerja keras para kru yang terlibat dalam pembuatan film ini. Bayangkan saja, film yang berdurasi 90 menit ini memerlukan waktu sekitar 2 tahun untuk menyelesaikannya.

Selasa, 15 Februari 2011

Teknologi Pembelajaran

Beberapa tahun terakhir ini, metode pembelajaran yang paling banyak digunakan berdasarkan teknologi audio-visual di dalam kelas dimana materi pelajaran disalurkan melalui proyektor, kaset , CD player, video recorder,dsb. Teknologi audio-visual inilah yang sekarang dikenal teknologi multi-media. Sedangkan sebelumnya, sistem pembelajaran hanya mengandalkan tatap muka dengan pengajar, membaca buku. Hingga sekarang, para aktivis di bidang pendidikan masih terus berusaha menemukan metode pembelajaran baru yang lebih efektif. Sekarang, sistem pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu dengan bantuan teknologi informasi khususnya di dunia cyber(maya). Sistem pembelajaran ini dikenal dengan istilah e-learning.

e-learning dikatakan sebagai sistem pembelajaran yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu karena antara pengajar ataupun pembelajar bisa melakukan proses belajar-mengajar dimana saja dan kapan saja karena e-learning merupakan proses yang dilakukan melalui network(jaringan),yaitu internet. Dalam pembelajaran ini, pengajar cukup mengupload materi pelajaran pada situs e-learning dan pembelajar dapat mempelajarinya dengan membuka situs e-learning tersebut.
Beberapa kelebihan e-learning diantaranya adalah menhemat waktu dan biaya (transportasi, membayar pengajar, beli buku,dsb), pembelajar lebih mandiri karena ia tidak harus tergantung pada keberadaan pengajar, pembelajar bisa belajar sesuai dengan kemampuannya maksudnya bagi murid yang belum menguasai materi tidak harus terburu-buru mengejar ketertinggalan ataupun bagi murid yang sudah menguasai materi pelajaran tidak harus menunggu yang lain selesai terlebih dahulu. Selain itu, bagi beberapa orang belajar menjadi lebih menarik dengan e-learning karena konten maupun feedback-nya yang bervariasi dan menarik perhatian.

Beberapa produk teknologi e-learning meliputi :
1. Audio conferencing --> interaksi atau konferensi langsung dalam bentuk audio (suara) antara 2 orang atau lebih yang berada pada tempat yang berbeda dengan menggunakan media telepon.
2. Videobroadcasting -->program pembelajaran yang bersifat satu arah dengan cara melihat dan mendengar pesawat televisi yang terhubung ke stasiun tertentu melalui antena dan dilengkapi dengan decoder khusus.
3. Videoconferencing --> hampir sama dengan videobroadcasting hanya saja dalam videoconferencing dapat memungkinkan lebih dari 1 pembelajar untuk melihat, mendengar, dan bekerja sama secara langsung.

sumber : Santrock John W. Psikologi Pendidikan (Edisi kedua).2007

Jumat, 11 Februari 2011

Peranan e-mail dan Blog dalam Dunia Pendidikan

 Anggota kelompok:
Sebagai mahasiswa di era yang serba digital sekarang ini, dimana segala macam informasi yang kita butuhkan dapat kita dapatkan hanya dalam waktu yang singkat, sudah seharusnyalah setiap mahasiswa itu memiliki akun e-mail untuk mendukung proses pembelajaran. Bukan hanya mahasiswa saja tentunya, seperti salesman, manager, supervisor, jurnalis, reporter, dosen, guru, dan lain sebagainya juga seharusnya memiliki akun e-mail untuk mendukung profesi mereka masing-masing.
Penggunaan e-mail di lingkungan pendidikan sendiri, seperti sekolah atau kampus, memberikan banyak sekali manfaat baik kepada sang pengajar (guru/dosen) maupun kepada sang pembelajar(murid/mahasiswa). Misalnya, mahasiswa menjadi tidak perlu capek-capek datang ke kampus hanya untuk mengumpulkan tugas karena bisa mengirimkannya melalui e-mail. Selain itu, apabila ada materi perkuliahan yang kurang dimengerti, mahasiswa bisa langsung memanfaatkan fasilitas e-mail tersebut untuk menghubungi dosen yang bersangkutan tanpa harus tatap muka dengan sang dosen (kadang ada dosen yang sangat sulit ditemui karena kesibukannya masing-masing, jadi melalui e-mail hal itu dapat diatasi). Karena tugas-tugas dikirimkan dalam bentuk file/digital, maka secara tidak langsung kita juga sudah menghemat penggunaan kertas yang bisa berdampak pada pemanasan global.
Mengenai penggunaan blog sebagai salah satu media pembelajaran, hal itu sah-sah saja… Para mahasiswa sendiri juga menjadi mengenal apa itu blog, sekaligus mereka bisa mengekspresikan dirinya masing-masing melalui blog yang mereka buat. Hal itu juga dapat mengurangi kejenuhan mahasiswa dalam proses belajar. Akan tetapi, tidak semua mata pelajaran atau mata kuliah dapat mengaplikasikan penggunaan blog sebagai media pembelajarannya. Sebagai contoh sederhananya, pelajaran fisika. Jika proses pembelajaran mata pelajaran tersebut dengan menggunakan blog, tentu akan sangat tidak efisien dan tidak efektif. Waktu yang diperlukan untuk membahas 1 soal di blog pasti akan jauh lebih lama daripada apabila dibahas secara tertulis di atas kertas.
Di Indonesia, khususnya kota Medan, penggunaan e-mail dan blog sebagai media pembelajaran sepertinya masih belum mendapat perhatian yang serius dari para pengajar. Teknik pengajaran masih menggunakan teknik yang klasik, yakni proses belajar mengajar hanya sebatas ketika guru dan para muridnya ada di dalam kelas. Di luar kelas, proses belajar (baik menggunakan sarana e-mail atau blog) jarang sekali diterapkan atau malah tidak pernah. Dan hanya beberapa sekolah yang cukup ternama saja yang mungkin sudah memperkenalkan bagaimana cara menggunakan e-mail dan blog kepada murid-muridnya.
Akan tetapi, meskipun proses belajar-mengajar tidak menggunakan e-mail atau blog, bisa dipastikan mayoritas murid-murid sekarang ini sudah minimal memiliki 1 akun e-mail. Mengapa? Karena hampir semua murid pada zaman sekarang ini pasti sudah mengenal dan mempunyai minimal 1 akun jejaring sosial, seperti Facebook atau Twitter.

Selasa, 08 Februari 2011

Teknologi dan Pendidikan

Dewasa ini, sudah tidak heran bila melihat murid-murid di sekolah asyik menjelajahi dunia melalui teknologi, seperti melalui CD, televisi, kamus elektronik, dan yang paling banyak berperan adalah melalui internet. Ada beberapa istilah yang tidak luput jika kita bicara mengenai internet,yakni:
  • Website : suatu wadah bagi individu maupun organisasi di internet yang menampilkan semua informasi mengenai individu maupun organisasi tsb.
  • E-mail : suatu media komunikasi dimana kita dapat mengirim maupun menerima pesan dari orang lain.
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa internet memberi bantuan yang sangat besar dalam proses pembelajaran, bukan hanya bagi murid namun juga bagi semua orang. Melalui jaringan di internet, kita bisa mencari informasi, belajar, bermain, hingga bersosialisasi dengan orang dari belahan bumi manapun.  Para pelajar dapat langsung mendapat informasi baik mengenai pelajaran maupun pengetahuan umum apapun langsung dari komputer di rumah tanpa harus menjejakkan kaki keluar ke toko buku. Sebagian orang lebih memilih untuk belajar melalui internet karena selain lebih efisien, kita tidak perlu terbeban untuk mengeluarkan uang untuk membeli buku, apalagi buku-buku tertentu yang harganya mahal. Selain itu,dalam banyak kasus, internet mengandung informasi yang lebih baru ketimbang buku teks. 

Namun, internet juga memiliki dampak negatifnya,antara lain yang paling sering terjadi adalah terhubungnya ke situs porno, terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat, perampokan online, dsb. Oleh karena itu, peran orangtua dan guru ketika sang anak belajar melalui internet adalah mengawasi mereka untuk tidak sembarangan membuka situs-situs yang tidak jelas. Selain itu, dampak lain jika hanya belajar melalui internet adalah kita tidak bisa berbagi pengetahuan dan informasi dengan orang lain. Juga, kita cenderung menghadapi masalah sewaktu berkomunikasi langsung dengan orang lain karena kita terbiasa hanya duduk diam di depan komputer padahal manusia tidak akan terlepas dari bersosialisasi. Oleh karena itu, anak-anak sebaiknya tetap diutama kan untuk menimba ilmu di sekolah dan di samping itu juga sambil menggali pengetahuan yang lebih luas melalui internet, karena di sekolah ia belajar berbagi dengan sahabat,  melatih kemampuan berkomunikasi, melatih keberanian untuk mengutarakan pendapatnya di depan umum.

Referensi : Santrock John W.Psikologi Pendidikan Edisi kedua.2007.Prenada Media Group